Rabu, 10 September 2008

Sepi Sang Dewi

Bening malam menerpa wajah bundar
Sapaan kasih mesra menghentak di dalam jiwa
Kerlip bintang genit menyapa
Membunuh sepi sang dewi ....

Ketika dua kuda berpacu di jantung malam
Nafas menderu menyibak hati rindu
Tirai menyimpan kebahagiaan
Terjatuh dalam peluh sebutir dua ....

Anggapan cinta menoreh dalam kebisuan
Ketika dua wajah bulat penuh dengan butiran
Tangan menggenggam meremas lelah .... 

[Adjie Sutardi, Tanjung Karang, 1999]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for reading our blog, please make some comment.